Loading...

Login Sebagai Jamaah

Belum Terdaftar? Daftar

Berapa Uang Saku untuk Umrah 2026? Simak Estimasi Budget dan Tips Hemat

  • Home
  • Berita
  • Berapa Uang Saku untuk Umrah 2026? Simak Estimasi Budget dan Tips Hemat

Image

Berapa Uang Saku untuk Umrah 2026? Simak Estimasi Budget dan Tips Hemat

Sebelum berangkat umrah, biasanya calon jamaah mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari paspor, pakaian ihram, perlengkapan pribadi, hingga uang saku selama berada di Arab Saudi.

Namun, sebenarnya berapa uang saku yang perlu dibawa saat umrah? Apakah harus membawa banyak uang riyal, atau cukup menukarkan rupiah secukupnya?

Jawabannya bergantung pada kebutuhan masing-masing jamaah. Ada yang ingin fokus beribadah dan membeli oleh-oleh seperlunya, ada juga yang ingin membawa pulang kurma, air zamzam sesuai ketentuan, parfum, sajadah, hingga berbagai buah tangan untuk keluarga.

Selain itu, kebutuhan uang saku juga dipengaruhi oleh fasilitas yang sudah termasuk dalam paket umrah.

Supaya tidak bingung, berikut panduan menghitung uang saku umrah 2026 beserta tips mengaturnya agar pengeluaran tetap terkendali.

1. Berapa Uang Saku yang Ideal untuk Umrah?

Tidak ada nominal uang saku yang wajib sama untuk setiap jamaah. Namun, sebagai gambaran anggaran pribadi untuk perjalanan sekitar 9–12 hari, kamu bisa mempertimbangkan simulasi berikut.

Kategori JamaahEstimasi Uang SakuGambaran Kebutuhan
HematRp1–2 jutaKebutuhan pribadi dan oleh-oleh seperlunya
SedangRp2–4 jutaKebutuhan harian dan belanja oleh-oleh secukupnya
Suka belanjaRp4–7 juta atau lebihOleh-oleh lebih banyak dan belanja pribadi

Angka tersebut merupakan simulasi perencanaan, bukan tarif resmi atau jaminan bahwa seluruh kebutuhan akan tercukupi. Besarnya pengeluaran aktual bergantung pada harga barang, kebiasaan belanja, fasilitas paket, dan kebutuhan masing-masing jamaah.

Perlu diingat, estimasi di atas mengasumsikan biaya utama seperti hotel, penerbangan, dan konsumsi sesuai paket sudah diperhitungkan secara terpisah. Jika ada makan, transportasi, atau kebutuhan lain yang belum termasuk, anggaran uang saku perlu disesuaikan.

2. Apa Saja yang Perlu Dibayar Menggunakan Uang Saku Saat Umrah?

Sebelum menentukan nominal, kenali dulu pengeluaran yang mungkin muncul selama perjalanan.

A. Kebutuhan pribadi sehari-hari

Meskipun paket umrah biasanya mencakup sejumlah fasilitas, jamaah mungkin tetap membutuhkan uang untuk membeli minuman tambahan, makanan ringan, perlengkapan mandi, atau barang pribadi lainnya.

Karena itu, periksa terlebih dahulu fasilitas paket agar kamu tidak menganggarkan biaya yang sebenarnya sudah ditanggung.

B. Oleh-oleh untuk keluarga

Banyak jamaah ingin membawa buah tangan untuk keluarga, kerabat, dan teman di Indonesia.

Beberapa pilihan yang umum dibeli antara lain:

  • Kurma dan cokelat Arab.

  • Sajadah dan tasbih.

  • Parfum atau minyak wangi.

  • Abaya, peci, dan perlengkapan ibadah.

  • Camilan atau makanan khas setempat.

Sebaiknya tentukan anggaran oleh-oleh sejak awal. Dengan begitu, kamu tidak tergoda membeli terlalu banyak barang hanya karena melihat banyak pilihan di toko.

C. Kebutuhan tidak terduga

Sisihkan sebagian uang untuk kebutuhan yang tidak direncanakan, misalnya membeli perlengkapan yang tertinggal atau memenuhi kebutuhan pribadi mendadak.

Dana cadangan ini sebaiknya dipisahkan dari uang belanja agar tidak terpakai tanpa disadari.

D. Pengeluaran di luar paket

Perhatikan juga apakah paket umrah yang kamu pilih mencakup seluruh makan, transportasi, dan kegiatan yang direncanakan.

Jika ada fasilitas atau aktivitas yang tidak termasuk dalam paket, kamu perlu menyiapkan anggaran tambahan sesuai ketentuannya.

3. Lebih Baik Membawa Rupiah atau Riyal Saat Umrah?

Mata uang resmi Arab Saudi adalah Saudi Riyal (SAR). Karena itu, membawa sebagian uang dalam bentuk riyal akan memudahkan transaksi di sana.

Namun, kamu tidak harus menukarkan seluruh uang saku menjadi riyal sekaligus.

Beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Tukarkan sebagian uang ke riyal sebelum berangkat jika kurs dan ketentuannya sesuai.

  • Simpan uang tunai dalam pecahan yang praktis untuk transaksi kecil.

  • Pisahkan uang harian dari dana cadangan.

  • Bawa metode pembayaran cadangan jika tersedia dan bisa digunakan di Arab Saudi.

  • Periksa biaya transaksi dan kurs sebelum menggunakan kartu atau menukar uang.

Jangan menukar uang hanya berdasarkan perkiraan kurs tanpa mengecek nilai terbaru. Kurs rupiah terhadap riyal dapat berubah, sehingga nominal yang kamu butuhkan juga bisa berbeda.

4. Cara Menghitung Uang Saku Umrah dalam Rupiah

Kalau ingin membawa uang dalam bentuk riyal, kamu bisa menghitung kebutuhan menggunakan rumus sederhana:

Budget dalam rupiah = kebutuhan dalam riyal × kurs rupiah per riyal

Misalnya, jika kamu merencanakan membawa SAR 500 dan menggunakan kurs simulasi Rp4.500 per riyal, perhitungannya menjadi:

SAR 500 × Rp4.500 = Rp2.250.000

Angka kurs tersebut hanya contoh untuk menghitung anggaran, bukan kurs terkini.

Kamu bisa mengganti jumlah riyal dan kurs sesuai kebutuhan serta nilai tukar saat menukarkan uang.

5. Tips Mengatur Uang Saku agar Tidak Cepat Habis

Jangan sampai uang yang awalnya disiapkan untuk kebutuhan selama perjalanan justru habis pada beberapa hari pertama.

Berikut beberapa cara sederhana untuk mengaturnya.

Tentukan batas belanja oleh-oleh

Buat daftar orang yang ingin diberi oleh-oleh dan tentukan anggaran untuk setiap kebutuhan. Tidak semua orang harus mendapatkan barang yang mahal; buah tangan sederhana pun bisa bermakna.

Pisahkan uang berdasarkan kebutuhan

Bagi uang menjadi beberapa bagian, misalnya untuk kebutuhan harian, oleh-oleh, dan dana darurat.

Cara ini membantu kamu mengetahui berapa uang yang masih tersedia dan mencegah pengeluaran berlebihan.

Jangan langsung membeli barang di toko pertama

Kalau ingin berbelanja, bandingkan harga dan perhatikan kualitas barang. Kamu juga bisa mencatat harga barang yang ingin dibeli sebelum memutuskan.

Prioritaskan kebutuhan ibadah

Tujuan utama perjalanan adalah menjalankan ibadah umrah. Karena itu, jangan sampai terlalu sibuk berbelanja hingga mengganggu waktu istirahat atau jadwal ibadah.

Simpan uang dengan aman

Jangan menyimpan seluruh uang tunai di satu tempat. Bawa uang secukupnya ketika keluar hotel, simpan dana cadangan secara terpisah, dan selalu perhatikan keamanan barang pribadi.

6. Apakah Uang Saku Umrah Harus Dibawa dalam Bentuk Tunai?

Tidak harus seluruhnya tunai. Kamu dapat menyesuaikan cara pembayaran dengan kebutuhan dan fasilitas yang tersedia.

Uang tunai dalam riyal berguna untuk transaksi kecil, sedangkan kartu pembayaran yang mendukung transaksi internasional dapat menjadi alternatif untuk transaksi tertentu.

Sebelum berangkat, pastikan kartu dapat digunakan di Arab Saudi, cek biaya transaksi luar negeri, dan pahami cara mengakses dana jika terjadi kendala.

Untuk keamanan, hindari menyimpan uang tunai, kartu, dan dokumen penting di satu tempat yang sama.

7. Apakah Uang Saku Sudah Termasuk dalam Biaya Paket Umrah?

Pada umumnya, uang saku pribadi merupakan anggaran di luar harga paket umrah. Paket perjalanan dapat mencakup penerbangan, hotel, transportasi, konsumsi, visa, atau fasilitas lainnya sesuai ketentuan masing-masing program.

Karena fasilitas setiap paket berbeda, tanyakan secara terperinci kepada pihak travel sebelum mendaftar.

Pastikan kamu memahami:

  • Apa saja yang sudah termasuk dalam harga paket.

  • Apakah seluruh jadwal makan sudah ditanggung.

  • Apakah ada transportasi atau kegiatan tambahan berbayar.

  • Apakah perlengkapan umrah sudah disediakan.

  • Apakah terdapat biaya lain yang perlu disiapkan.

Dengan mengetahui rincian tersebut, kamu bisa menghitung uang saku dengan lebih tepat dan tidak mencampuradukkan biaya paket dengan pengeluaran pribadi.

8. Kapan Sebaiknya Menyiapkan Uang Saku Umrah?

Sebaiknya uang saku mulai direncanakan sejak kamu menentukan target keberangkatan, bukan baru dipikirkan menjelang hari keberangkatan.

Mulailah dengan menentukan total anggaran, memperkirakan kebutuhan, dan menyisihkan dana secara bertahap.

Jika kamu berangkat bersama keluarga, buat perhitungan terpisah untuk setiap anggota. Kebutuhan anak-anak, orang dewasa, dan jamaah lansia bisa berbeda.

Selain itu, siapkan dana darurat yang tidak digunakan untuk belanja oleh-oleh.

FAQ: Pertanyaan Seputar Uang Saku Umrah

Berapa uang saku untuk umrah 9 hari?

Sebagai simulasi, jamaah dapat merencanakan sekitar Rp1–4 juta untuk kebutuhan pribadi dan oleh-oleh sederhana hingga sedang. Jamaah yang berencana berbelanja lebih banyak mungkin membutuhkan anggaran lebih besar. Sesuaikan dengan fasilitas paket dan kebiasaan belanja.

Berapa uang saku untuk umrah 12 hari?

Untuk perjalanan 12 hari, anggaran dapat dibuat sedikit lebih longgar dibandingkan perjalanan 9 hari, terutama jika ada kebutuhan harian yang belum termasuk dalam paket. Besarnya tetap bergantung pada kebutuhan pribadi dan rencana belanja.

Apakah harus menukar rupiah menjadi riyal sebelum berangkat?

Tidak selalu harus seluruhnya. Namun, memiliki sejumlah riyal sebelum berangkat dapat membantu memenuhi kebutuhan transaksi awal. Bandingkan kurs dan biaya penukaran, lalu sesuaikan dengan kebutuhan.

Apakah uang saku umrah sudah termasuk dalam harga paket?

Biasanya uang saku pribadi tidak termasuk dalam harga paket. Pastikan rincian fasilitas dan biaya yang ditanggung travel sebelum melakukan pendaftaran.

Bolehkah membawa uang tunai dalam jumlah besar saat umrah?

Sebaiknya bawa uang tunai secukupnya dan gunakan metode pembayaran lain yang tersedia bila diperlukan. Jika membawa uang tunai atau instrumen pembayaran dalam jumlah besar, periksa ketentuan deklarasi dan kepabeanan Indonesia maupun Arab Saudi yang berlaku saat keberangkatan.

Persiapkan Budget dan Perjalanan Umrah Sejak Sekarang

Menyiapkan uang saku merupakan salah satu bagian dari perencanaan umrah. Dengan anggaran yang jelas, kamu bisa menjalani perjalanan dengan lebih tenang tanpa harus mengorbankan kebutuhan penting selama berada di Tanah Suci.

GHP Tour & Travel telah melayani perjalanan umrah dan haji sejak 1996. Selain menentukan budget pribadi, calon jamaah juga perlu memahami fasilitas paket, jadwal keberangkatan, serta persiapan sebelum menuju Baitullah.

Jadi, kalau kamu mulai merencanakan umrah 2026, jangan hanya menghitung biaya paket. Persiapkan juga uang saku, dokumen, kondisi fisik, dan kebutuhan ibadah sejak dini.

Yuk, mulai persiapkan perjalanan menuju Baitullah bersama GHP Tour & Travel.

Karena perjalanan menuju Baitullah bukan hanya tentang berangkat, tetapi juga tentang mempersiapkan diri dengan baik sejak awal.


Partner Airline Domestik & Internasional