- Tanggal 07 October 2026
Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Ihram? Jangan Sampai Salah
Saat menjalankan ibadah umrah, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan ketika seseorang sedang dalam keadaan ihram.
Bagi jamaah yang baru pertama kali umrah, istilah “larangan ihram” terkadang masih membingungkan. Apalagi, beberapa larangan berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Mengetahui hal-hal yang dilarang saat ihram penting dilakukan sebelum berangkat agar jamaah bisa menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih tenang dan tidak melakukan sesuatu yang sebenarnya dilarang.
Lalu, apa saja yang tidak boleh dilakukan saat ihram?
Apa Itu Ihram?
Ihram bukan sekadar pakaian putih yang dikenakan ketika umrah.
Ihram adalah keadaan suci dan niat untuk mulai melaksanakan ibadah haji atau umrah, yang dimulai ketika seseorang berniat ihram pada miqat dan kemudian berlaku ketentuan-ketentuan tertentu selama berada dalam keadaan ihram.
Bagi laki-laki, pakaian ihram umumnya berupa dua lembar kain tanpa jahitan yang dikenakan dengan cara tertentu.
Sementara perempuan tetap menggunakan pakaian yang menutup aurat sesuai ketentuan syariat. Jadi, perempuan tidak memiliki kewajiban menggunakan dua lembar kain seperti laki-laki.
Setelah berihram, terdapat beberapa larangan yang perlu diperhatikan.
1. Tidak Boleh Memotong Rambut atau Kuku
Ketika sedang ihram, jamaah tidak diperbolehkan memotong atau mencukur rambut dengan sengaja.
Termasuk:
Mencukur rambut kepala
Memotong rambut tubuh
Memotong kuku tangan
Memotong kuku kaki
Larangan ini berlaku sampai jamaah menyelesaikan tahallul.
Karena itu, sebelum memasuki ihram, sebaiknya jamaah sudah merapikan kuku dan mempersiapkan diri.
2. Tidak Boleh Menggunakan Wewangian Setelah Ihram
Jamaah yang sedang ihram tidak diperbolehkan menggunakan parfum atau wewangian dengan sengaja pada tubuh maupun pakaian setelah memasuki ihram.
Karena itu, perhatikan produk yang digunakan.
Misalnya:
Parfum
Minyak wangi
Produk tubuh yang mengandung pewangi
Namun, produk yang digunakan sebelum ihram memiliki ketentuan yang berbeda.
Untuk lebih aman, jamaah sebaiknya menanyakan kepada pembimbing atau muthawwif mengenai produk yang akan digunakan selama perjalanan.
3. Larangan Berburu Hewan Darat
Salah satu larangan ihram adalah berburu atau membantu dalam perburuan hewan buruan darat.
Hal ini termasuk bagian dari ketentuan ihram yang disebutkan dalam Al-Qur'an.
Allah berfirman dalam QS. Al-Ma'idah ayat 95 tentang larangan berburu ketika seseorang sedang dalam keadaan ihram.
Untuk jamaah umrah, hal ini mungkin bukan aktivitas yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, tetapi tetap penting untuk diketahui.
4. Tidak Boleh Melakukan Hubungan Suami Istri
Hubungan seksual merupakan salah satu larangan yang sangat serius ketika seseorang sedang dalam keadaan ihram.
Selain itu, jamaah juga harus menghindari tindakan atau perkataan yang dapat mengarah kepada hubungan seksual.
Allah menyebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 197 bahwa selama haji tidak boleh melakukan rafats, fusuq, dan jidal.
Karena itu, selama berada dalam keadaan ihram, jamaah perlu lebih menjaga sikap, ucapan, dan perilaku.
5. Tidak Boleh Melakukan Akad Nikah
Orang yang sedang ihram juga tidak diperbolehkan melangsungkan akad nikah.
Larangan ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad :
“Orang yang sedang ihram tidak boleh menikah, tidak boleh dinikahkan, dan tidak boleh meminang.”
(HR. Muslim)
Jadi, selama masih dalam keadaan ihram, akad nikah bukan sesuatu yang boleh dilakukan.
6. Jangan Bertengkar atau Berbuat Maksiat
Ihram bukan hanya tentang pakaian dan larangan fisik.
Jamaah juga perlu menjaga ucapan dan perilaku.
Selama menjalankan ibadah, hindari:
Bertengkar
Berkata kasar
Mencaci
Berbuat maksiat
Sengaja membuat keributan
Memperbanyak perdebatan yang tidak perlu
Allah berfirman:
“Maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan dalam melaksanakan haji.”
(QS. Al-Baqarah: 197)
Walaupun ayat tersebut berbicara tentang haji, menjaga lisan dan perilaku juga merupakan bagian penting dari menjaga kekhusyukan ibadah umrah.
7. Larangan Khusus untuk Laki-Laki: Memakai Pakaian yang Membentuk Tubuh
Ini salah satu bagian yang sering membuat jamaah laki-laki bingung.
Ketika ihram, laki-laki tidak boleh mengenakan pakaian yang dibuat sesuai bentuk anggota tubuh seperti pakaian biasa.
Contohnya:
Kemeja
Celana
Kaos
Jaket
Sarung tangan
Laki-laki menggunakan dua lembar kain ihram sesuai ketentuan.
Namun, larangan ini bukan berarti laki-laki tidak boleh menggunakan benda apa pun yang memiliki jahitan.
Yang menjadi pembahasan dalam fikih adalah jenis pakaian yang dikenakan sesuai bentuk tubuh, bukan sekadar ada atau tidaknya jahitan.
Karena detail masalah pakaian ihram cukup luas, jamaah sebaiknya mempelajarinya melalui manasik sebelum keberangkatan.
8. Larangan Khusus untuk Laki-Laki: Menutup Kepala
Laki-laki yang sedang ihram juga tidak diperbolehkan menutup kepala dengan penutup yang dikenakan secara langsung sebagai penutup kepala.
Misalnya menggunakan:
Topi
Peci
Sorban yang dipakai menutup kepala
Penutup kepala sejenis
Namun, berteduh di bawah payung, atap, kendaraan, atau tempat teduh tidak sama dengan mengenakan penutup kepala.
Jadi, jamaah tidak perlu takut berteduh ketika cuaca panas.
9. Larangan Khusus untuk Perempuan: Memakai Cadar dan Sarung Tangan
Perempuan yang sedang ihram tidak mengenakan niqab/cadar dan sarung tangan.
Namun, perempuan tetap wajib menjaga aurat.
Jika ada laki-laki non-mahram di sekitarnya, perempuan dapat menutup wajahnya dengan kain atau kerudung dengan cara yang tidak menggunakan cadar yang melekat sebagai bentuk penutup wajah.
Karena praktik detailnya dapat membingungkan, terutama bagi jamaah perempuan yang baru pertama kali umrah, sebaiknya hal ini dipelajari saat manasik.
Apakah Boleh Mandi Saat Ihram?
Boleh.
Jamaah yang sedang ihram tetap diperbolehkan mandi dan menjaga kebersihan tubuh.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan sengaja menggunakan produk yang mengandung wewangian setelah memasuki ihram.
Begitu juga ketika membersihkan rambut, lakukan dengan hati-hati agar tidak sengaja mencabut atau memotong rambut.
Apakah Boleh Menggunakan Sabun Saat Ihram?
Pada dasarnya, menjaga kebersihan tetap diperbolehkan.
Namun, jamaah perlu memperhatikan kandungan wewangian pada produk yang digunakan.
Untuk menghindari kebingungan, banyak jamaah memilih menggunakan perlengkapan mandi yang tidak mengandung parfum selama ihram.
Sebaiknya tanyakan kepada pembimbing manasik atau muthawwif mengenai produk yang akan digunakan.
Apakah Boleh Berteduh Saat Ihram?
Boleh.
Ini salah satu hal yang sering membuat jamaah baru khawatir.
Laki-laki yang sedang ihram tetap boleh:
Menggunakan payung
Berteduh di bawah bangunan
Naik kendaraan
Berada di dalam ruangan
Menggunakan tenda atau tempat perlindungan dari panas
Yang perlu diperhatikan adalah tidak mengenakan penutup kepala sebagaimana pakaian biasa.
Bagaimana Kalau Tidak Sengaja Melakukan Larangan Ihram?
Jangan langsung panik.
Dalam masalah larangan ihram, terdapat perbedaan ketentuan berdasarkan apa yang dilakukan, apakah sengaja atau tidak sengaja, lupa atau tidak tahu, serta jenis pelanggarannya.
Konsekuensi atau kewajiban yang muncul juga tidak selalu sama untuk setiap kasus.
Karena itu, jika jamaah menyadari telah melakukan sesuatu yang mungkin termasuk larangan ihram, jangan mengambil keputusan sendiri.
Segera tanyakan kepada pembimbing, muthawwif, atau ustaz yang mendampingi rombongan agar mendapatkan arahan sesuai kondisi sebenarnya.
Jangan Menunggu Sampai di Tanah Suci untuk Belajar
Salah satu kesalahan jamaah yang baru pertama kali umrah adalah baru mulai mempelajari tata cara ihram ketika sudah berada di Arab Saudi.
Padahal, lebih baik semua sudah dipahami sejak Indonesia.
Mulai dari:
Miqat → niat ihram → larangan ihram → tawaf → sa'i → tahallul.
Dengan memahami alurnya terlebih dahulu, jamaah bisa lebih fokus menjalankan ibadah dan tidak terlalu panik ketika menghadapi situasi tertentu.
Persiapkan Umrah Bersama GHP Tour & Travel
Perjalanan menuju Baitullah bukan hanya tentang mempersiapkan koper dan paspor.
Pemahaman mengenai tata cara ibadah juga menjadi bagian penting dari persiapan jamaah.
GHP Tour & Travel telah melayani perjalanan umrah dan haji sejak 1996, dan membantu jamaah mempersiapkan perjalanan menuju Baitullah sesuai program yang dipilih, termasuk persiapan sebelum keberangkatan dan manasik.
Jadi, sebelum koper ditutup dan tiket berada di tangan, pastikan ilmu juga sudah dipersiapkan.
Karena semakin siap ilmunya, insyaAllah semakin tenang perjalanannya.
Yuk, persiapkan perjalanan menuju Baitullah bersama GHP Tour & Travel.